welcome to my blog

Minggu, 29 Mei 2011

mineral yodium

TENTANG
IODINE ( YODIUM )
DISUSUN


OLEH :
KELOMPOK 1 :
WENY AYU LESTARI NUR’AN
MAYANG KEUMALA aififi
BUNGA NUR EKA fitria nurdina lesatari
SURYATI husnul khotimah
Fitriani kartika ningsih


AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN BUNDA BIMA
T/A 2010 - 2011
KATA PENGANTAR

Seraya memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena kami menyadari bahwa berkat rahmat dan hidayatnya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul gangguan keseimbangan asam basa, Sehubungan dengan tersusunnya makalah ini Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang membantu tersusunnya makalah ini.
makalah ini barangkali masih belum memenuhi kesempurnaan seperti harapan pembaca. Oleh sebab itu kami sangat menerima kritik, saran dan masukan pembaca demi sempurnanya. Harapan penulis semoga karya ini dapat memenuhi sasaran program mata kuliah yg kami tempuh dan bermanfaat bagi pembaca yg memerlukan.



Bima, Mei 2011

kelompok 1












PREFACE


While praise and gratitude the presence of God Almighty because we realize that the blessings of grace and hidayatnya we can complete this paper with the title of acid-base balance disorders, In connection with the drafting of this paper, therefore, on this occasion we extend our gratitude and highest appreciation to all those who helped drafting of this paper.
this paper may still not meet the expectations of perfection as the reader. Therefore we are very accepting criticism, suggestions and input for the perfect reader. Hope the authors hope this work can meet the target program of courses which we traveled and useful to readers who need.


Bima, May 2011


Group 1















DAFTAR ISI
Kover depan
Kata pengantar
Daftar isi
Bab I : pendahuluan
A. Latar belakang
Bab II : pembahasan
a. Pengertian
b. Metabolisme anorganik
c. Para deiodinases
d. Peraturan Thyroid Gland
e. Pengaruh hormonal dari Hormon
f. Defisiensi Yodium
g. Ekologi Kekurangan Yodium
h. Akibat Kekurangan YodiuM
i. Kebutuhan yodium
j. Pemecahan masalah
k. Kekurangan yodium pada janin
l. Kekurangan yodium pada bayi bau lahir
m. Kekurangan yodium pada anak
n. Kekurangan yodium pada orang dewasa
Bab III : penutup
a. kesimpulan









BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Yodium merupakan zat makanan yang tergolong ke dalam mineral mikro. Dalam keadaan normal, yodium dikonsumsi manusia melalui air dan tumbuh-tumbuhan yang menyerap zat tersebut dari tanah. Dalam makanan sehari-hari yodium banyak dikonsumsi dari makanan laut. Akan tetapi, seiring perubahan kondisi geografis dan demografis di suatu daerah, zat yodium yang tersimpan di dalam tanah dapat mengalami kekurangan akibat terkikis oleh tanah karena hujan dan banjir. Kekurangan yodium juga terjadi pada daerah di pegunungan. Akibatnya, manusia hanya mendapat sedikit yodium dalam makanannya dibandingkan kebutuhan seharusnya.
Beberapa perubahan patologik yang timbul akibat kehilangan keseimbangan di dalam tubuh dikenal dengan GAKY atau Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Defisiensi yodium ini terdapat di banyak daerah di seluruh Indonesia secara endemik (ditemukan di daerah tertentu dalam waktu lama). Daerah endemik untuk defisiensi yodium adalah kepulauan yang besar dan terpencil di pegunungan. Hal ini karena air dan tanah di daerah tersebut miskin akan kandungan zat yodium sementara makanan yang berasal dari laut yang biasanya kaya akan zat yodium tidak dapat dicapai di daerah tersebut.
GAKY menyebabkan penderitanya mengalami pembesaran kelenjar gondok. Oleh karena itu, penyakit akibat GAKY disebut juga dengan penyakit gondok. Di daerah endemik gondok, pembesaran kelenjar gondok dapat terjadi pada semua umur. Adapun akibat yang dapat timbul dari GAKY atau penyakit gondok antara lain :

(1) Pada ibu hamil menyebabkan keguguran spontan, lahir mati dan kematian bayi, mempengaruhi otak bayi dan kemungkinan menjadi cebol pada saat dewasa nanti. Seorang ibu yang menderita pembesaran gondok akan melahirkan bayi yang juga menderita kekurangan yodium. Jika tidak segera diobati, maka pada usia 1 tahun sudah akan terjadi pembesaran kelenjar gondoknya.

(2) Pada masa kanak-kanak, terjadi kretinisme atau manusia kerdil yaitu yang menunjukkan gejala antara lain : misal tinggi badan di bawah normal, kondisi ini disertai berbagai tingkat keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan, dari hambatan jiwa ringan sampai dengan yang berat disebut debilitas. Pembesaran gondok yang sangat dikhawatirkan pada anak adalah kemungkinan terjadinya kretinisme ini. Di India, terkenal sebuah desa bernama the abofe of falls yang mana di desa tersebut sebagian besar penduduknya menderita gondok dan menjadikan mereka sebagai orang sinting dan dungu. Kejadian pembesaran kelenjar gondok terbanyak ditemukan pada usia 9-13 tahun pada anak laki-laki dan antara usia 12-18 tahun pada anak perempuan.
(3) Pada orang dewasa, kekurangan yodium menimbulkan keadaan lemas dan cepat lelah, produktivitas dan peran dalam kehidupan sosial rendah, serta gondok pada leher.
Selain disebabkan oleh kekurangan yodium murni, penyakit gondok juga bisa timbul akibat zat goiterogen. Zat tersebut ditemukan dalam sayuran dari jenis Brassica seperti kubis, lobak, dan kol kembang. Zat ini juga ditemukan dalam kacang kedelai, kacang tanah, dan obat-obatan tertentu. Zat goiterogen dapat menghalangi pengambilan yodium oleh kelenjar gondok sehingga konsentrasi yodium dalam kelenjar gondok sangat rendah. Selain itu, zat tersebut juga dapat menghambat perubahan yodium dari bentuk anorganik menjadi bentuk organik sehingga menghambat pembentukan hormon tiroksin.
Yodium berfungsi sebagai salah satu bahan untuk membuat hormon tiroksin oleh kelenjar gondok yang menstimulasikan proses-proses oksidasi dalam tubuh. Artinya, tiroksin bekerja melakukan kontrol terhadap segala aktivitas tubuh, cepatnya pertumbuhan, dan pemakaian tenaga oleh tubuh. Apabila yodium tidak ada atau kurang, maka pembuatan hormon tiroksin pun terhambat sehingga kontrol terhadap oksidasi tubuh mengalami penurunan.
Oleh karena dampak kekurangan yodium tidak hanya berupa gondok endemik tapi juga hambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan yang dapat berpengaruh pada menurunnya kualitas sumber daya manusia, maka penggunaan garam beryodium secara merata di setiap rumah tangga dinilai sangat penting.













CHAPTER I
INTRODUCTION
A. Background

Iodine is a nutrient belonging to the micro minerals. Under normal circumstances, iodine consumed by humans through water and the plants absorb these substances from the soil. In the daily food consumed iodine from seafood. However, as changes in geographic and demographic conditions in some areas, iodine is stored in the soil is deficient due to soil eroded by rain and flooding. Iodine deficiency also occurs in areas in the mountains. As a result, humans have little iodine in the diet than need be.

Some pathological changes that arise from loss of balance in the body known as IDD or Iodine Deficiency Disorders. Iodine deficiency is found in many places in Indonesia are endemic (found in certain areas for a long time). Areas endemic for iodine deficiency is a large and remote islands in the mountains. This is because water and poor soil in the area will contain iodine while foods derived from the sea which is usually rich in iodine can not be achieved in the area.
IDD causes sufferers have an enlarged thyroid. Therefore, the disease caused by IDD are also called mumps. In areas of endemic goiter, an enlarged thyroid gland may occur at any age. As a result of which may arise from IDD or mumps, among others:

(1) In pregnant women cause spontaneous miscarriage, stillbirth and infant mortality, affect the baby's brain and the possibility of a midget in later adulthood. A mother who suffered from goiter enlargement will give birth to babies who also suffer from iodine deficiency. If not treated immediately, then at the age of 1 year is about to happen gondoknya gland enlargement.

(2) In childhood, there are dwarf cretinism or humans who show symptoms such as: eg body height below normal, this condition is accompanied by varying degrees of delay in mental development and intelligence, from mild mental barriers up to a weight called debilitas. Thyroid enlargement in children who are very concern is the possibility of this cretinism. In India, a famous village called the abofe of falls in the village where most of the population suffer from goiter and make them as crazy and silly. Incidence of thyroid enlargement ever discovered at the age of 9-13 years in boys and between the ages of 12-18 years in girls.

(3) In adults, iodine deficiency causes weakness and rapid fatigue conditions, productivity and role in social life is low, and goiter in the neck.
In addition to purely caused by iodine deficiency, thyroid disease can also arise from substances goiterogen. The substance found in vegetables of Brassica species such as cabbage, radish, and cauliflower. This substance is also found in soy beans, peanuts, and certain drugs. Goiterogen substances can hinder decision-iodine by the thyroid gland so that the concentration of iodine in the thyroid gland is very low. In addition, these substances can also inhibit the shape change of inorganic iodine into organic forms that inhibit the formation of the hormone thyroxine.


Iodine serves as one of the ingredients to make the hormone thyroxine by the thyroid gland which stimulate the processes of oxidation in the body. That is, thyroxine work to take control of all bodily activity, rapid growth, and use of energy by the body. If iodine is not present or less, then the making of the hormone thyroxine also inhibited so the body's control of oxidation decreased.
Because of the impact of iodine deficiency endemic goiter not only form but also barriers to the development of the soul and intelligence which can lead to decreased quality of human resources, the use of iodized salt evenly in each household is considered very important.




















BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian yodium
Yodium (bahasa Yunani: Iodes - ungu), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol I dan nomor atom 53. Unsur ini diperlukan oleh hampir semua mahkluk hidup. Yodium adalah halogen yang reaktivitasnya paling rendah dan paling bersifat elektropositif. Sebagai catatan, seharusnya astatin lebih rendah reaktivitasnya dan lebih elektropositif dari pada yodium, tapi kelangkaan astatin membuat sulit untuk mengkonfirmasikan hal ini.
Iodine (Greek: Iodes - purple), is a chemical element in the periodic table that has the symbol I and atomic number 53. This element is required by almost all living things. Iodine is a halogen reactivity is the lowest and most electropositive. For the record, should astatine lower reactivity and more electropositive than the iodine, but the scarcity of astatine makes it difficult to confirm this.
B. Metabolism of Inorganic Iodine
Metabolisme yodium anorganik

suplemen yodium dapat mengambil bentuk kalium iodida (KI) atau kalium
iodat (KIO3). Anion iodat dengan cepat dikurangi menjadi iodida dalam tubuh. The
pengurangan adalah nonenzimatik dan melibatkan sulfhidril-mengandung senyawa seperti
sebagai glutathione. Glutathione adalah tripeptide mengandung glutamat, sistein, dan
glisin (Glu-Cys-Gly). Glutathione hadir dalam plasma dan sel-sel di dalamnya. The
konversi iodat untuk iodida yang menggunakan kekuatan mengurangi kelompok sulfhidril membutuhkan oksidasi enam kelompok sulfhidril (R - SH) untuk tiga kelompok disulfida
(RMS - S - R):

6 R-SH + 103 > 3R-S-S-R + I- + 3 H20
(Disuff~) (I o0~e)


Iodine supplements may take the form of potassium iodide (KI) or potassium
iodate (KIO3). The iodate anion is rapidly reduced to iodide in the body. The
reduction is nonenzymatic and involves sulfhydryl-containing compounds such
as glutathione. Glutathione is a tripeptide containing glutamate, cysteine, and
glycine (Glu-Cys-Gly). Glutathione is present in the plasma and inside cells. The
conversion of iodate to iodide that uses the reducing power of sulfhydryl groups
requires the oxidation of six sulfhydryl groups (R--SH) to three disulfide groups
(RmS--S--R):


6 R-SH + 103 > 3R-S-S-R + I- + 3 H20

(Disuff~) (I o0~e)
C. The Deiodinases

Para deiodinases adalah selenium yang mengandung enzim yang digunakan untuk sintesis bentuk aktif dari hormon tiroid, T3. Para deiodinases juga mengkatalisis inaktivasiberbagai bentuk hormon tiroid. Tiga jenis dei0dinase ada, dan ini disebut tipe I, tipe II, dan tipe III deiodinase. Rincian lebih lanjut muncul di bagian Selenium.
The deiodinases are selenium-containing enzymes that are used for the synthesis of the active form of thyroid hormone, T3. The deiodinases also catalyze the inactivation of the various forms of thyroid hormone. Three types of dei0dinase exist, and these are called type I, type II, and type III deiodinase. Further details appear in the Selenium section.

Tipe I deiodinase tampaknya bertanggung jawab untuk sebagian besar T3 dalamalirandarah. Jenis Saya enzim mengkatalisis konversi T4 ke T3 dalam tiroid kelenjar. Ini adalah 5 "-deiodination reaksi. Peran dominan enzim ini Iodine 735
diungkapkan oleh fakta bahwa hanya tipe saya deiodinase dihambat oleh propylthiouracilitu, obat yang digunakan untuk memproduksi kekurangan hormon tiroid. Propylthiouracil tidak menghambat tipe II atau III enzim (St Germain, 1994; Croteau etal, 1996.).
Type I deiodinase appears to be responsible for most of the T3 in the bloodstream.The type I enzyme catalyzes the conversion of T4 to T3 within the thyroid gland. This is a 5"-deiodination reaction. The dominant role of this enzyme is revealed by the fact that only type I deiodinase is inhibited by the propylthiouracil, a drug used to produce thyroid hormone deficiency. Propylthiouracil does not inhibit the type II or III enzymes (St. Germain, 1994; Croteau et al., 1996).

Tipe II deiodinase terjadi di otak dan jaringan adiposa coklat tikus (tetapi tidak
dalam otot tikus), dan di otak, otot rangka, jantung, dan kelenjar tiroid di
manusia (Pallud et al, 1997.). Enzim ini mengkatalisis konversi T4 ke T3.
Bila kelenjar tiroid dirangsang, jenis II deiodinase mengambil peningkatan
penting dalam konversi T4 ke T3 (et al Salvatore, 1996.). Tipe II deiodinase
adalah unik di antara deiodinases dalam bahwa tampaknya mengandung dua atomselenium, bukan hanya satu. Peran fisiologis enzim ini adalah untuk memanfaatkan T4 diperoleh dari aliran darah dan untuk mengubahnya menjadi T3 di dalam jaringan target.
Type II deiodinase occurs in the brain and brown adipose tissue of rats (but not in muscle of rats), and in the brain, skeletal muscle, heart, and thyroid gland in humans (Pallud et al., 1997). This enzyme catalyzes the conversion of T4 to T3. When the thyroid gland is stimulated, the type II deiodinase takes on an increased importance in the conversion of T4 to T3 (Salvatore et al., 1996). Type II deiodinaseis unique among the deiodinases in that it appears to contain two selenium atoms,rather than just one. The physiological role of the enzyme is to utilize T4 acquiredfrom the bloodstream and to convert it to T3 within the target tissue.

Tipe III deiodinase mengkatalisis konversi T4 untuk membalikkan T3, dan konversi
T3 dengan T2. Langkah-langkah ini merupakan reaksi 5'-deiodination. Enzim
terjadi di otak dan kulit tikus. Peran fisiologis enzim tipe III
dianggap untuk melindungi otak dari efek racun kemungkinan tiroid aktif
hormon (T3). Plasenta dibedakan dalam hal itu berisi tipe II dan tipe III deiodinases (Glinoer, 1997).
Type III deiodinase catalyzes the conversion of T4 to reverse T3, and the conversion of T3 to T2. These steps constitute 5'-deiodination reactions. The enzyme occurs in the brain and skin of rats. The physiological role of the type III enzyme is thought to be to protect the brain from possible toxic effects of active thyroidhormone (T3). The placenta is distinguished in that it contains both type II and
type III deiodinases (Glinoer, 1997).
D. Peraturan Thyroid Gland
Aktivitas dari kelenjar tiroid, yang terletak di leher diaturoleh
hormon yang dikeluarkan oleh dua kelenjar di otak, yaitu kelenjar pituitari dan
hipotalamus. Aktivitas kelenjar tiroid dikontrol melalui stimulasi nya
oleh thyroid-stimulating hormone (TSH), yang disekresikan oleh kelenjar di bawah otak.TSH,juga disebut thyrotropin, adalah protein berat molekul 28.000. Ini adalah glikoprotein dan mengandung oligosakarida terikat untuk residu dari asparagin. Beberapa gula mengandung residu kelompok sulfat. Tiroid adalah mampu mengubah sensitivitasnya, tergantung pada ketersediaan yodium diet. Dengan deficienc3 yodium ~ sensitivitas untuk TSH meningkat, sehingga stimulasi kelenjar tiroid.
The activity of the thyroid gland, which is located in the neck is regulated by hormones secreted by two glands in the brain, namely the pituitary gland and thehypothalamus. The activity of the thyroid gland is controlled via its stimulation by thyroid-stimulating hormone (TSH), secreted by the pituitary. TSH, also called thyrotropin, is a protein of molecular weight 28,000. It is a glycoprotein and contains oligosaccharides bound to residues of asparagine. Some of the sugar residues contain sulfate groups. The thyroid is able to change its sensitivity, depending on the availability of dietary iodine. With iodine deficienc3~ the sensitivity to TSH increases, resulting in stimulation of the thyroid gland. This stimulation takes the form of an increase in iodide transport, an increase in thyroperoxidase activi~, and enlargement of the thyroid gland.

Stimulasi ini mengambil bentuk peningkatan transport iodida, peningkatan thyroperoxidase kegiatan dan pembesaran kelenjar tiroid. Kelenjar pituitari yang terlibat dalam pengaturan umpan balik dari aktivitas tiroid. Tinggi tingkat T4 dalam hasil aliran darah dalam penghambatan sekresi TSH. Rendahnya tingkat T4 mengakibatkan peningkatan sekresi TSH. Efek ini tergantung pada konversi T4 ke T3 dalam pituitari. Aktivitas kelenjar di bawah otak dikendalikan oleh thyrotropin-releasing hormone (TRH), hormon disintesis dalam hipotalamus. TRH adalah tripeptide dengan struktur histidineproline pyroglutamate--
NH 2. Perhatikan kelompok amida C-terminal, yang diperlukan untuk kegiatan
hormon peptida banyak. TRH menstimulasi sintesis dan sekresi TSH. Apparentl ~ TRH terlibat dalam mengatur sensitivitas dari pituitari ke Komentar mekanisme kontrol hambat disebutkan sebelumnya.

The pituitary gland is involved in feedback regulation of thyroid activity. High levels of T4 in the bloodstream result in inhibition of TSH secretion. Low levels of T4 result in an increase in TSH secretion. These effects are dependent on the conversion of T4 to T3 within the pituitary. The activity of the pituitary is controlled by thyrotropin-releasing hormone (TRH), a hormone synthesized in the hypothalamus.TRH is a tripeptide with the structure pyroglutamate-histidineproline--NH2. Note the C-terminal amide group, which is required for the activity of many peptide hormones. TRH stimulates the synthesis and secretion of TSH. Apparentl~ TRH is involved in regulating the sensitivity of the pituitary to the inhibitory feedback control mechanism mentioned earlier.

E. Pengaruh hormonal dari Hormon
Tiroid Peningkatan hasil tingkat hormon tiroid dalam peningkatan dalam metabolisme basal rate (BMR). BMR pengukuran dapat digunakan untuk menilai status tiroid, seperti dibahas secara rinci dalam Bab 5. Metode untuk diagnosis hipertiroidisme hipo-atau tidak umum digunakan karena praktis. Peningkatan BMR telah dikaitkan dengan peningkatan dalam berbagai reaksi yang menggunakan ATP.Peningkatan penggunaan ATP cocok dengan peningkatan aktivitas rantai pernapasan dan dalam anorganik Nutrisi reduksi. Dua reaksi yang paling erat terkait dengan peningkatan BMR dengan tingkat yang lebih tinggi hormon tiroid plasma adalah bahwa Na, K-ATPase (yang natrium pompa) dan orang-orang sintesis asam lemak. Na, K-ATPase hadir dalam membran sebagian besar atau semua sel tubuh. Peningkatan sintesis asam lemak dengan peningkatan aktivitas tiroid dikaitkan dengan pengalihan asam lemak di hati jauh dari sintesis trigliserida dan terhadap oksidasi. Kenaikan aktivitas tiroid
juga menyebabkan peningkatan laju sintesis asam lemak. Efek keseluruhan adalah
sia-sia peningkatan oksidasi asam lemak dan sintesis asam lemak yang mengakibatkan kelebihan produksi panas.

An increase in thyroid hormone levels results in an increase in the basal metabolic rate (BMR). BMR measurements can be used to assess thyroid status, as discussed in detail in Chapter 5. This method for the diagnosis of hypo- or hyperthyroidism is not in common use because it is cumbersome. The increase in BMR has been associated with increases in various reactions that use ATP. The increased use of ATP is matched by an increase in activity of the respiratory chain and in reduction. The two reactions most closely associated with the increase in BMR with higher levels of plasma thyroid hormones are that of Na,K-ATPase (the sodium pump) and those of fatty acid synthesis. Na,K-ATPase is present in the membranes of most or all cells of the body. The increase in fatty acid synthesis with the rise in thyroid activity is associated with diversion of fatty acids in the liver away from triglyceride synthesis and toward oxidation. A rise in thyroid activity also induces an increase in the rate of fatty acid synthesis. The overall effect is a futile increase in fatty acid oxidation and fatty acid synthesis that results in excess heat production.

Perubahan kadar hormon tiroid sering terjadi pada penyakit yang tidak terkait dengan yodium status. Penyakit ini dikenal sebagai hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Mereka mungkin timbul dari cacat pada kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus.Hipertiroidisme mengakibatkan penurunan berat badan, walaupun asupan energi normal atau meningkat. Ini dapat menyebabkan pelepasan asam lemak berlebihan dari jaringan adiposa dengan puasa. Hipertiroidisme dapat diobati dengan obat yang menghambat 5'-deiodinase.Salah satu obat tersebut propylthiouracil. Propylthiouracil memiliki struktur yang sama dengan
antitiroid senyawa yang hadir dalam jumlah kecil di kubis. Pada hipotiroidisme,
kecenderungan sebaliknya dalam metabolisme dapat terjadi. Mungkin ada penurunan BMR
dan suhu tubuh, serta keuntungan ringan di berat badan. hormon tiroid memainkan
peran penting dalam pertumbuhan normal janin. Sebuah kekurangan hormon ini
parah terutama efek pada perkembangan otak.

Changes in thyroid hormone levels often occur in diseases unrelated to iodine status. These diseases are known as hyperthyroidism and hypothyroidism. They may arise from defects in the thyroid gland, pituitary; or hypothalamus. Hyperthyroidism results in weight loss, despite a normal or increased energy intake. It may result in an exaggerated release of fatty acids from the adipose tissue with fasting. Hyperthyroidism can be treated with drugs that inhibit 5'-deiodinase. One such drug is propylthiouracil. Propylthiouracil has a structure similar to those of the antithyroid compounds present in tiny amounts in cabbage. In hypothyroidism, the opposite trends in metabolism can occur. There may be decreases in BMR and body temperature, as well as a mild gain in weight. Thyroid hormone plays a vital role in the normal growth of the fetus. A deficiency in this hormone has especially severe effects on brain development.

Perubahan kadar hormon tiroid dalam tubuh memprovokasi akibat perubahan di
metabolisme dengan membentuk kompleks dengan faktor transkripsi khusus, tiroid
hormon reseptor. Hormon / kompleks reseptor kemudian mengikat ke daerah-daerah khusus
kromosom dan memprovokasi perubahan dalam tingkat transkripsi terdekat
gen. Rincian skenario ini disajikan dalam bab vitamin di bagian
pada Vitamin A, Vitamin Hormon D, dan Tiroid di Genom tersebut.

Changes in thyroid hormone levels in the body provoke consequent changes in metabolism by forming a complex with a special transcription factor, the thyroid hormone receptor. The hormone/receptor complex then binds to special regions of the chromosome and provoke changes in the rate of transcription of nearby genes. Details of this scenario were presented in the vitamin chapter in the section on Vitamin A, Vitamin D, and Thyroid Hormone at the Genome.

F. Defisiensi Yodium

Asupan yodium 100 sampai 150 tg ~ / hari dianggap gizi memadai.
kadar yodium urin sama dengan tingkat asupan dan dapat digunakan untuk memperkirakan yodium konsumsi. Kekurangan yodium terjadi dengan asupan bawah 50 ~ tg / hari. Orang mengkonsumsi tingkat ini berada pada risiko untuk mengembangkan gondok. Gondok hampir selalu disebabkan oleh konsumsi di bawah 10 ~ tg / hari. Gondok adalah pembesaran atau hipertrofi dari kelenjar tiroid. Tiroid dalam subjek-yodium yang cukup nyaris tak terlihat dalam leher. Gondok, dengan tingkat keparahan meningkat, dikategorikan dalam tiga kelas: (1) a kecil terdeteksi oleh palpitasi pembesaran, (2) leher tebal, dan (3) pembengkakan yang besar mungkin asimetris dan terlihat dari kejauhan. Sebuah gondok kelas 3 kompres
trakea dan dapat menyebabkan sesak nafas selama bekerja berat. Tertinggi
insiden gondok ditemukan di daerah yang kurang berkembang di dunia seperti
Republik Ceko, bekas Yugoslavia, bagian dari India, Paragua ~ Peru, Argentina,
Pakistan, sebagian besar Afrika, Asia Tenggara, dan New Guinea. Penyakit ini tidak
sering menyerang daerah lebih berkembang karena praktek fortifikasi garam
dengan yodium. Gondok pernah umum di Amerika Serikat di daerah dekat Great
Danau dan ke arah barat ke Washington dan Pasifik. Gondok hampir menghilang oleh 1950-an karena fortifikasi garam. Tabel garam diperkaya dengan KI 100 mg / kg
NaC1. Susu dan roti bisa secara tidak sengaja diperkaya dengan yodium. Iodium dalam susu berasal dari desinfektan yang digunakan dalam industri susu. The iodida dalam roti (1 mg yodium / roti kg) berasal dari penggunaan sebagai oxidizer adonan dengan roti industri. Gondok adalah reversibel.

An iodine intake of 100 to 150 ~tg/day is considered nutritionally adequate.Urinary iodine levels are similar to intake levels and can be used to estimate iodine consumption. Iodine deficiency occurs with an intake below 50 ~tg/day. Persons consuming this level are at risk for developing goiter. Goiter is almost alwaysinduced by intakes under 10 ~tg/day. Goiter is enlargement or hypertrophy of the thyroid gland. The thyroid in the iodine-sufficient subject is barely visible in theneck. Goiter, of increasing severity, is categorized in three grades: (1) a small enlargement detectable by palpitation, (2) a thick neck, and (3) a large swelling that may be asymmetrical and is visible from a distance. A grade 3 goiter compressesthe trachea and can result in shortness of breath during heavy work. The highest incidences of goiter are found in less developed areas of the world such as the Czech Republic, the former Yugoslavia, parts of India, Paragua~ Peru, Argentina, Pakistan, most of Africa, Southeast Asia, and New Guinea. The disease does not frequently strike more developed areas because of the practice of fortifying salt with iodine. Goiter was once common in the United States in areas near the Great Lakes and westward to Washington and the Pacific. Goiter nearly disappeared by the 1950s because of salt fortification. Table salt is fortified with 100 mg KI/kg NaC1. Milk and bread may be inadvertently fortified with iodine. The iodine in milk originates from disinfectants used in the dairy industry. The iodide in bread (1 mg iodine/kg bread) originates from its use as a dough oxidizer by the bread industry. Goiter is reversible.

Komplikasi yang paling serius dari kekurangan yodium adalah kretinisme. Dalam masyarakat menderita gondok luas, sekitar 2% dari populasi mungkin Kretinisme.
Kretinisme menderita keterbelakangan mental dan memiliki penampilan wajah karakteristik dan lidah besar. Ada yang tuli dan bisu. Dwarfisme, diplegia, dan quadriplegia juga dapat terjadi. Kretinisme hasil dari defisiensi yodium ibu dan dengan demikian merupakan berhubungan dengan diet lahir cacat. Para gangguan mental dan fisik kretinisme tidak reversibel. Mereka dapat dicegah dengan mengobati ibu yang kekurangan yodium dengan yodium awal kehamilan. Gondok mudah untuk mendiagnosa karena menyajikan oleh pembengkakan di tenggorokan. Kretinisme mungkin sulit untuk mendiagnosis karena menyajikan dalam berbagai cara yangberbeda. Cacat menggambarkan pentingnya tiroid hormon dalam perkembangan janin.

The most serious complication of iodine deficiency is cretinism. In societies suffering from widespread goiter, about 2% of the population may be cretins. Cretins suffer from mental retardation and have a characteristic facial appearance and a large tongue. Some are deaf and mute. Dwarfism, diplegia, and quadriplegia may also occur. Cretinism results from maternal iodine deficiency and thus is a diet-related birth defect. The mental and physical impairments of cretinism are not reversible. They can be prevented by treating the iodine-deficient mother with iodine early in pregnancy. Goiter is easy to diagnose because it presents by a swelling in the throat. Cretinism may be difficult to diagnose because it presents in a variety of different ways. The defect illustrates the importance of the thyroidhormones in fetal development.

Kekurangan yodium dan gondok dan kretinisme terkait diperlakukan oleh publik program kesehatan yang melibatkan fortifikasi garam dan suntikan dengan minyak beryodium. The
garam dapat diperkaya dengan iodide (KI) atau iodat (KIO3). Iodat lebih stabil untuk
kelembaban dan sinar matahari dan digunakan sebagai suplemen di negara-negara terbelakang. Yodium yang diberikan dalam minyak kovalen terikat pada asam lemak dan dilepaskandengan katabolisme minyak. suntikan minyak mungkin lebih diterima di wilayah di dunia di mana makanan tidak asin, seperti di sebagian New Guinea. Khasiat minyak
ditunjukkan dalam studi anak sekolah kekurangan yodium-(Furnee et al, 1995.). A
titik cutoff yodium urin, yang dianggap menunjukkan deftcienc yodium ~ dianggap 0,4 ~yodium tmol per liter urin. Pada awal pejantan ~ anak-anak buang air sekitar 0,17 Bmol I / liter. Dosis oral tunggal trigliserida mengandung 675 mg yodium mengakibatkan konsentrasi urin yodium di atas titik cutoff selama lebih dari satu tahun penuh.

Iodine deficiency and the associated goiter and cretinism are treated by public health programs involving salt fortification and injections with iodized oil. The salt may be fortified with iodide (KI) or iodate (KIO3). Iodate is more stable to moisture and sunlight and is used as a supplement in underdeveloped countries.The iodine administered in oil is covalently bound to fatty acids and is released with the catabolism of the oil. Oil injections may be more acceptable in areas of the world where food is not salted, such as in parts of New Guinea. The efficacy of oil was shown in a study of iodine-deficient schoolchildren (Furnee et al., 1995). A cutoff point of urinary iodine, which was considered indicative of iodine deftcienc~ was considered to be 0.4 ~tmol iodine per liter of urine. At the beginning of the stud~ the children were excreting about 0.17 Bmol I/liter. A single oral dose of triglycerides containing 675 mg iodine resulted in a concentration of urinaryiodine above the cutoff point for just over one full year.

Pengaruh defisiensi yodium berat tiroid dan T4 plasma secara singkat diilustrasikan oleh eksperimen berikut. Tikus diberi pakan yang mengandung normal (0.2 yodium mg / kg diet) atau tingkat rendah (0,1 yodium mg / kg diet) yodium selama 4 bulan. Tabel 10.10 menunjukkan peningkatan yang ditandai dengan berat kelenjar tiroid, sebuah penurunan T4 plasma, dan peningkatan dalam aliran darah melalui kelenjar dengan kekurangan makanan. Peningkatan aliran darah diduga merupakan suatu adaptif mekanisme yang meningkatkan laju pengiriman yodium plasma ke kelenjar tiroid pada hewan kekurangan. Pembesaran tiroid mungkin disebabkan stimulasi oleh peningkatan tingkat TSH. tingkat TSH meningkat tingkatan yang sangat kecil di belajar dengan tikus. Sebagaimana dibahas sebelumnya, tiroid dapat meningkatkan sensitivitas terhadap TSH dan dengan demikian menjadi lebih sangat dirangsang oleh TSH bahkan dengan kadar plasma normal TSH.

Perhatikan bahwa kelenjar tiroid manusia normal memiliki berat 20 sampai 25 g. The effect of iodine deficiency on thyroid weight and plasma T4 is briefly illustrated by the following experiment. Rats were fed diets containing normal (0.2 mg iodine/kg diet) or low (0.1 mg iodine/kg diet) levels of iodine for 4 months. Table 10.10 demonstrates a marked increase in the weight of the thyroid gland, adecrease in plasma T4, and an increase in blood flow through the gland with the deficient diet. The increase in blood flow is thought to represent an adaptive mechanism that enhances the rate of delivery of plasma iodine to the thyroid gland in the deficient animal. Enlargement of the thyroid may be attributed to stimulation by increased levels of TSH. TSH levels increased by a very small extent in thestudy with rats. As discussed earlier, the thyroid can increase its sensitivity to TSH and thus be more greatly stimulated by TSH even with normal plasma TSH levels.Note that the normal human thyroid gland weighs 20 to 25 g.

G. Ekologi Kekurangan Yodium
Ecology Iodine Deficiency

Sebagian besar yodium berada di samudera / lautan, karena yodium (melalui pencairan salju dan hujan) pada permukaan tanah, kemudian dibawa oleh angin, aliran sungai, dan banjir ke laut. Kondisi ini, terutama di daerah yang bergunung-gunung di seluruh dunia, walau dapat juga terjadi di lembah sungai.

Most of the iodine was in the ocean / sea, because of iodine (through melting snow and rain) on the soil surface, then carried by wind, river flow, and floods into the sea. These conditions, particularly in the mountainous regions around the world, although it can also occur in the river valley.

Yodium yang berada di tanah dan lautan dalam bentuk yodida. Ion yodida dioksidasi oleh sinar matahari menjadi elemen yodium yang sangat mudah menguap, sehingga setiap tahun kira-kira 400.000 ton yodium hilang dari permukaan laut. Kadar yodium dalam air laut kira-kira 50 mikrogram/liter, di udara kira-kira 0,7 mikrogram/meter kubik.

Iodine in the soil and oceans in the form yodida. Ion yodida oxidized by sunlight to iodine element that is very easy to evaporate, so that each year approximately 400,000 tons of iodine is lost from the surface of the sea. Levels of iodine in sea water approximately 50 micrograms / liter, in the air approximately 0.7 micrograms / cubic meter.
Yodium yang berada dalam atmosfer akan kembali ke tanah melalui hujan, dengan kadar dalam rentang 1,8 - 8,5 mikrogram/liter. Siklus yodium tersebut terus berlangsung selama ini.
The iodine in the atmosphere will return to the ground through the rain, with a concentration in the range from 1.8 to 8.5 micrograms / liter. Iodine cycle persists over time.
Kembalinya yodium ke tanah sangat lambat dan dalam jumlah sedikit dibandingkan saat lepasnya. Proses ini akan berulang terus menerus sehingga tanah yang kekurangan yodium tersebut akan terus berkurang kadar yodiumnya.
Return of iodine into the ground very slowly and in small amounts than when the escape. This process will be repeated continuously so that such iodine-deficient soil will continue to decrease levels of iodine.
Di sini tidak ada koreksi alamiah, dan defisiensi yodium akan menetap. Akibatnya, populasi manusia dan hewan di daerah tersebut yang sepenuhnya tergantung pada makanan yang tumbuh di daerah tersebut akan menjadi kekurangan yodium.
Here there is no natural correction, and iodine deficiency will be settled. As a result, human and animal populations in the area which is fully dependent on food grown in these areas will become iodine deficient.
Melihat hal tersebut maka sangat banyak populasi di Asia yang menderita kekurangan yodium berat karena mereka hidup dalam sistem mencari nafkah dengan bertani di daerah gunung atau lembah.
Seeing this, it is very much in the Asian population who suffer from severe iodine deficiency because they live in a living by farming system in the mountains or valley.

Kekurangan yodium akan menimpa populasi di daerah tersebut yang dalam makanannya tidak ada suplemennya yodium atau tidak ada penganekaragaman dalam makanannya dengan makanan dari daerah lain yang tidak kekurangan yodium.

Lack of iodine will overwrite the population in the area that the food was no iodine supplementation or no diversification in the diet with foods from other regions who are not iodine deficient.

H. Akibat Kekurangan YodiuM

Istilah GAKY menggambarkan dimensi baru dari pengertian spektrum kekurangan yodium. Berakibat sangat luas dan buruk pada janin bayi baru lahir, anak dan remaja serta orang dewasa dalam populasi yang kekurangan yodium tersebut. Akibat hal itu dapat dikoreksi dengan pemberian yodium.

The term IDD describes a new dimension of understanding the spectrum of iodine deficiency. Result in very broad and poorly in the fetus the newborn, children and adolescents and adults in the population is iodine deficient. As a result it can be corrected with iodine.

I. Kebutuhan Yodium

Kebutuhan yodium setiap hari di dalam makanan yang dianjurkan saat ini adalah:
The need iodine every day in the diet is recommended at this time:
• 50 mikrogram untuk bayi (12 bulan pertama).
• 90 mikrogram untuk anak (usia 2-6 tahun).
• 120 mikrogram untuk anak usia sekolah (usia 7-12 tahun).
• 150 mikrogram untuk dewasa (diatas usia 12 tahun).
• 200 mikrogram untuk ibu hamil dan menyusui.
• 50 micrograms for infants (12 months).
• 90 micrograms for children (ages 2-6 years).
• 120 micrograms for school age children (ages 7-12 years).
• 150 micrograms for adults (over age 12 years).
• 200 micrograms for pregnant and lactating mothers.

Ada beberapa pendapat yang salah dan kenyataan yang berbeda. Pendapat yang salah, misalnya, garam beryodium dapat mengobati GAKY seperti kretin, namun kenyataan GAKY tidak dapat diobati kecuali hanya dicegah. Juga pendapat yang salah, bahwa mengkonsumsi yodium sangat berbahaya, kenyataannya mengkonsumsi yodium, melalui garam beryodium dalam jangka lama tidak berbahaya.
There are some opinions that are wrong and a different reality. The opinion is wrong, for example, iodized salt to treat IDD like cretins, but the fact of IDD can not be cured but only prevented. Also the wrong idea, that consumption of iodine is very dangerous, in fact taking iodine through iodized salt is not harmful in the long term.
J .Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah sebenarnya sangat sederhana, berikan satu sendok yodium pada setiap orang yang membutuhkan, dan terus menerus. Karena yodium tidak dapat disimpan oleh tubuh dalam waktu lama, dan hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit sehingga harus berlangsung terus menerus.
Solving the problem is actually very simple, give one teaspoon of iodine on every person in need, and continuously. Because iodine can not be stored by the body in a long time, and only needed in small amounts so that should take place continuously.
Pada daerah kekurangan yodium endemik akibat tanah dan hasil panen serta rumput untuk makanan ternak tidak cukup kandungan yodiumnya untuk dikonsumsi oleh penduduk setempat, maka suplementasi dan fortifikasi yodium yang diberikan terus menerus sangat tinggi angka keberhasilannya.
In areas of endemic iodine deficiency due to soil and crops and grass for animal feed is not enough iodine to be consumed by local residents, the iodine supplementation and fortification given continuously very high success rate.

Yang paling sering digunakan untuk melawan GAKY adalah program garam beryodium dan suplementasi minyak beryodium.
The most often used against IDD is iodized salt programs and iodized oil supplementation.
Pilihan pertama tentunya dengan garam beryodium karena biayanya sangat murah, dan teknologinya mudah. Untuk suplementasi minyak beryodium, keuntungannya praktis, sebaiknya hanya untuk intervensi pada populasi yang berisiko, walaupun mudah pemakaiannya, namun memerlukan teknologi yang lebih ruwet.
The first choice of course with iodized salt because the cost is very cheap, and the technology is easy. For iodized oil supplementation, practical benefits, should be only for interventions in populations at risk, although easy to use, but requires more complicated technology.
Penyuluhan kesehatan secara berkala pada masyarakat perlu dilakukan, demikian juga perlu diberikan penjelasan pada pembuat keputusan, dan tentunya juga diberikan tambahan pengetahuan kepada tenaga kesehatan.
Regular health education in the community needs to be done, so too should be given an explanation on the decision maker, and of course also be given additional knowledge to health personnel.
Selanjutnya yang penting juga adalah penelitian tentang GAKY dengan pendekatan multidisiplin, baik klinis, eksperimental maupun epidemiologi, untuk menemukan cara yang terjamin dan mudah penerapannya. GAKY yang terlihat di masyarakat ataupopulasi, hanya sebagai puncak gunung es.
Di daerah endemik, gondoklah yang terlihat dari bagian puncak gunung es tersebut, namun efek dari kekurangan yodium yang utama yaitu kerusakan otak merupakan komponen yang tersembunyi dan tidak terlihat dalam tragedi ini.

Sehingga problem dari GAKY ini sebenarnya adalah pada perkembangan otak, tidak hanya pembesaran kelenjar tiroid atau gondok. Dengan melihat besarnya populasi yang mempunyai risiko seperti diatas, pantas bila GAKY menjadi problem nasional maupun internasional.
Furthermore, important also is the research on IDD with a multidisciplinary approach, both clinical, experimental and epidemiological, to find a secure and easy way of implementation. IDD ataupopulasi visible in society, just as the tip of the iceberg.
Dengan diadakannya pertemuan ilmiah nasional GAKY 2001 yang tema ''Perkembangan Mutakhir tentang Masalah GAKY dalam rangka Indonesia Sehat 2010'' harapan kita tentunya dapat mendapatkan konsep, pemikiran serta semangat baru dalam menanggulangi GAKY.
With the holding of scientific meetings of national IDD 2001 that the theme of''Recent developments concerning IDD problem in the framework of Healthy Indonesia 2010''certainly hope we can get the concept, thinking and a new spirit in overcoming IDD.
K .Kekurangan Yodium pada Janin
Kekurangan yodium pada janin akibat Ibunya kekurangan yodium. Keadaan ini akan menyebabkan besarnya angka kejadian lahir mati, abortus, dan cacat bawaan, yang semuanya dapat dikurangi dengan pemberian yodium. Akibat lain yang lebih berat pada janin yang kekurangan yodium adalah kretin endemik.
Lack of iodine in the fetus due to iodine deficiency mother. This situation will cause the size of the incidence of stillbirth, abortion, and birth defects, all of which can be reduced by giving iodine. Other consequences are more severe in fetuses of iodine deficiency is endemic cretins.
Kretin endemik ada dua tipe, yang banyak didapatkan adalah tipe nervosa, ditandai dengan retardasi mental, bisu tuli, dan kelumpuhan spastik pada kedua tungkai. Sebaliknya yang agak jarang terjadi adalah tipe hipotiroidisme yang ditandai dengan kekurangan hormon tiroid dan kerdil.
There are two types of endemic cretins, which many found is the type nervosa, characterized by mental retardation, deaf mute, and spastic paralysis in both legs. Instead a rather rare type of hypothyroidism is characterized by thyroid hormone deficiency and stunted.
Penelitian terakhir menunjukkan, transfer T4 dari ibu ke janin pada awal kehamilan sangat penting untuk perkembangan otak janin. Bilamana ibu kekurangan yodium sejak awal kehamilannya maka transfer T4 ke janin akan berkurang sebelum kelenjar tiroid janin berfungsi.
Recent research has shown, the transfer of T4 from mother to fetus in early pregnancy is very important for fetal brain development. When iodine deficient mothers since the beginning of her pregnancy, the transfer of T4 to the fetus will be reduced before the fetal thyroid gland function.
Jadi perkembangan otak janin sangat tergantung pada hormon tiroid ibu pada trimester pertama kehamilan, bilamana ibu kekurangan yodium maka akan berakibat pada rendahnya kadar hormon tiroid pada ibu dan janin. Dalam trimester kedua dan ketiga kehamilan, janin sudah dapat membuat hormon tiroid sendiri, namun karena kekurangan yodium dalam masa ini maka juga akan berakibat pada kurangnya pembentukan hormon tiroid, sehingga berakibat hipotiroidisme pada janin.
So fetal brain development is highly dependent on maternal thyroid hormone in the first trimester of pregnancy, when maternal iodine deficiency will result in low levels of thyroid hormones in the mother and fetus. In the second and third trimesters of pregnancy, the fetus is able to make its own thyroid hormone, but due to iodine deficiency in this period it will also result in lack of formation of thyroid hormones, resulting in fetal hypothyroidism.
L.Kekurangan Yodium pada Saat Bayi Baru Lahir
Yang sangat penting diketahui pada saat ini, adalah fungsi tiroid pada bayi baru lahir berhubungan erat dengan keadaan otak pada saat bayi tersebut lahir. Pada bayi baru lahir, otak baru mencapai sepertiga, kemudian terus berkembang dengan cepat sampai usia dua tahun. Hormon tiroid pembentukannya sangat tergantung pada kecukupan yodium, dan hormon ini sangat penting untuk perkembangan otak normal.
A very important note at this point, is the thyroid function in newborns is closely linked to state of the brain when the baby is born. In newborns, a new brain to reach third, and then continues to grow rapidly until the age of two years. Thyroid hormone formation is highly dependent on the adequacy of iodine, and this hormone is essential for normal brain development.
Di negara sedang berkembang dengan kekurangan yodium berat, penemuan kasus ini dapat dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah balik talipusat segera setelah bayi lahir untuk pemeriksaan kadar hormon T4 dan TSH. Disebut hipotiroidisme neonatal, bila didapatkan kadar T4 kurang dari 3 mg/dl dan TSH lebih dari 50 mU/mL.
In developing countries with severe iodine deficiency, the findings of this case can be done by taking blood from the umbilical cord vein immediately after birth to check hormone levels of T4 and TSH. Neonatal hypothyroidism is called, if earned T4 levels of less than 3 mg / dl and TSH over 50 mU / mL.
Pada daerah dengan kekurangan yodium yang sangat berat, lebih dari 50% penduduk mempunyai kadar yodium urin kurang dari 25 mg per gram kreatinin, kejadian hipotiroidisme neonatal sekitar 75-115 per 1000 kelahiran. Yang sangat mencolok, pada daerah yang kekurangan yodium ringan, kejadian gondok sangat rendah dan tidak ada kretin, angka kejadian hipotiroidisme neonatal turun menjadi 6 per 1000 kelahiran.
In areas with severe iodine deficiency, more than 50% of the population had urinary iodine levels less than 25 mg per gram creatinine, the incidence of neonatal hypothyroidism approximately 75-115 per 1000 births. A very striking, in a mild iodine-deficient areas, the incidence of mumps is very low and no cretins, the incidence of neonatal hypothyroidism decreased to 6 per 1000 births.

Dari pengamatan ini disimpulkan, bila kekurangan yodium tidak dikoreksi maka hipotiroidisme akan menetap sejak bayi sampai masa anak. Ini berakibat pada retardasi perkembangan fisik dan mental, serta risiko kelainan mental sangat tinggi. Pada populasi di daerah kekurangan yodium berat ditandai dengan adanya penderita kretin yang sangat mencolok.
From these observations concluded, if iodine deficiency is not corrected it will settle hypothyroidism since infancy to childhood. This resulted in the retardation of physical and mental development, as well as very high risk of mental disorders. In the population in severe iodine deficient area is characterized by very prominent cretins.

M. Kekurangan Yodium pada Masa Anak
Iodine Deficiency in Children Period

Penelitian pada anak sekolah yang tinggal di daerah kekurangan yodium menunjukkan prestasi sekolah dan IQ kurang dibandingkan dengan kelompok umur yang sama yang berasal dari daerah yang berkecukupan yodium. Dari sini dapat disimpulkan kekurangan yodium mengakibatkan keterampilan kognitif rendah. Semua penelitian yang dikerjakan di daerah kekurangan yodium memperkuat adanya bukti kekurangan yodium dapat menyebabkan kelainan otak yang berdimensi luas.
Research on school children living in iodine deficient areas showed school achievement and IQ less than the same age group who came from areas with iodine sufficiency. From here it can be concluded iodine deficiency resulting in low cognitive skills. All research done in areas of iodine deficiency strengthens the evidence of iodine deficiency can cause extensive brain abnormalities that dimension.
Dalam penelitian tersebut juga ditegaskan, dengan pemberian koreksi yodium akan memperbaiki prestasi belajar anak sekolah. Faktor penentu kadar T3 otak dan T3 kelenjar hipofisis adalah kadar T4 dalam serum, bukan kadar T3 serum, sebaliknya terjadi pada hati, ginjal dan otot. Kadar T3 otak yang rendah, yang dapat dibuktikan pada tikus yang kekurangan yodium, didapatkan kadar T4 serum yang rendah, akan menjadi normal kembali bila dilakukan koreksi terhadap kekurangan yodiumnya.

In that study also confirmed, with the provision of iodine correction will improve the learning achievement of school children. Determinants of brain T3 levels and T3 pituitary gland is T4 levels in serum, no serum T3 levels, the opposite occurred in liver, kidney and muscle. Brain T3 levels are low, which could be demonstrated in mice that lacked iodine, it was found that low serum T4 levels, will be back to normal when the correction of iodine deficiency.

Keadaan ini disebut sebagai hipotiroidisme otak, yang akan menyebabkan bodoh dan lesu, hal ini merupakan tanda hipotiroidisme pada anak dan dewasa. Keadaan lesu ini dapat kembali normal bila diberikan koreksi yodium, namun lain halnya bila keadaan yang terjadi di otak. Ini terjadi pada janin dan bayi yang otaknya masih dalam masa perkembangan, walaupun diberikan koreksi yodium otak tetap tidak dapat kembali normal.

This condition is called hypothyroidism brain, which will cause the stupid and sluggish, this is a sign of hypothyroidism in children and adults. This lethargic state can return to normal when given the correction of iodine, but it is different when the circumstances that occurred in the brain. This occurs in fetuses and infants whose brain is still in its development, although given the correction of iodine brain still can not return to normal.
N. Kekurangan Yodium pada Dewasa
Iodine Deficiency in Adults

Pada orang dewasa, dapat terjadi gondok dengan segala komplikasinya, yang sering terjadi adalah hipotiroidisme, bodoh, dan hipertiroidisme. Karena adanya benjolan/modul pada kelenjar tiroid yang berfungsi autonom. Disamping efek tersebut, peningkatan ambilan kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kekurangan yodium meningkatkan risiko terjadinya kanker kelenjar tiroid bila terkena radiasi.

In adults, mumps can occur with all its complications, which often happens is hypothyroidism, stupid, and hyperthyroidism. Because of the bumps / module in autonomic functioning thyroid gland. In addition to these effects, increased uptake of the thyroid gland caused by iodine deficiency increases the risk of thyroid cancer when exposed to radiation.













CONCLUSION


Yodium (bahasa Yunani: Iodes - ungu), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol I dan nomor atom 53. Unsur ini diperlukan oleh hampir semua mahkluk hidup. Yodium adalah halogen yang reaktivitasnya paling rendah dan paling bersifat elektropositif. Sebagai catatan, seharusnya astatin lebih rendah reaktivitasnya dan lebih elektropositif dari pada yodium, tapi kelangkaan astatin membuat sulit untuk mengkonfirmasikan hal ini.
Beberapa perubahan patologik yang timbul akibat kehilangan keseimbangan di dalam tubuh dikenal dengan GAKY atau Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Defisiensi yodium ini terdapat di banyak daerah di seluruh Indonesia secara endemik (ditemukan di daerah tertentu dalam waktu lama). Daerah endemik untuk defisiensi yodium adalah kepulauan yang besar dan terpencil di pegunungan. Hal ini karena air dan tanah di daerah tersebut miskin akan kandungan zat yodium sementara makanan yang berasal dari laut yang biasanya kaya akan zat yodium tidak dapat dicapai di daerah tersebut.GAKY menyebabkan penderitanya mengalami pembesaran kelenjar gondok. Oleh karena itu, penyakit akibat GAKY disebut juga dengan penyakit gondok. Di daerah endemik gondok, pembesaran kelenjar gondok dapat terjadi pada semua umur. Adapun akibat yang dapat timbul dari GAKY atau penyakit gondok antara lain :

(1) Pada ibu hamil menyebabkan keguguran spontan, lahir mati dan kematian bayi, mempengaruhi otak bayi dan kemungkinan menjadi cebol pada saat dewasa nanti. Seorang ibu yang menderita pembesaran gondok akan melahirkan bayi yang juga menderita kekurangan yodium. Jika tidak segera diobati, maka pada usia 1 tahun sudah akan terjadi pembesaran kelenjar gondoknya.

(2) Pada masa kanak-kanak, terjadi kretinisme atau manusia kerdil yaitu yang menunjukkan gejala antara lain : misal tinggi badan di bawah normal, kondisi ini disertai berbagai tingkat keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan, dari hambatan jiwa ringan sampai dengan yang berat disebut debilitas. Pembesaran gondok yang sangat dikhawatirkan pada anak adalah kemungkinan terjadinya kretinisme ini. Di India, terkenal sebuah desa bernama the abofe of falls yang mana di desa tersebut sebagian besar penduduknya menderita gondok dan menjadikan mereka sebagai orang sinting dan dungu. Kejadian pembesaran kelenjar gondok terbanyak ditemukan pada usia 9-13 tahun pada anak laki-laki dan antara usia 12-18 tahun pada anak perempuan.
(3) Pada orang dewasa, kekurangan yodium menimbulkan keadaan lemas dan cepat lelah, produktivitas dan peran dalam kehidupan sosial rendah, serta gondok pada leher.
Selain disebabkan oleh kekurangan yodium murni, penyakit gondok juga bisa timbul akibat zat goiterogen. Zat tersebut ditemukan dalam sayuran dari jenis Brassica seperti kubis, lobak, dan kol kembang. Zat ini juga ditemukan dalam kacang kedelai, kacang tanah, dan obat-obatan tertentu. Zat goiterogen dapat menghalangi pengambilan yodium oleh kelenjar gondok sehingga konsentrasi yodium dalam kelenjar gondok sangat rendah. Selain itu, zat tersebut juga dapat menghambat perubahan yodium dari bentuk anorganik menjadi bentuk organik sehingga menghambat pembentukan hormon tiroksin.Yodium berfungsi sebagai salah satu bahan untuk membuat hormon tiroksin oleh kelenjar gondok yang menstimulasikan proses-proses oksidasi dalam tubuh. Artinya, tiroksin bekerja melakukan kontrol terhadap segala aktivitas tubuh, cepatnya pertumbuhan, dan pemakaian tenaga oleh tubuh. Apabila yodium tidak ada atau kurang, maka pembuatan hormon tiroksin pun terhambat sehingga kontrol terhadap oksidasi tubuh mengalami penurunan.
Oleh karena dampak kekurangan yodium tidak hanya berupa gondok endemik tapi juga hambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan yang dapat berpengaruh pada menurunnya kualitas sumber daya manusia, maka penggunaan garam beryodium secara merata di setiap rumah tangga dinilai sangat penting.






















Daftar pustaka
1. Wikipedia. Mineral. Retreived at September, 6 2008. Availabe at http://en.wikipedia.org/wiki/Mineral
2. Achmad Djaeni Sedioetomo. Ilmu Gizi. Jakarta: EGC Penerbit buku kedokteran.
3.Robert, darly, victor. Biokim Harper ed.24. Jakarta: EGC Penerbit Buku kedokteran.
4. Sunita Almatsier. Prinsip Dasar lmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.
5. skripsi
6. Newbie. Macam dan Jenis Garam Mineral yang Dibutuhkan Tubuh Manusia. Retrieved at September, 6 2008. Available at http://cixers.blogspot.com/2006/11/peran-mineral-untuk-tubuh.html
7. Meta. Vitamin dan Mineral. Retrieved at September, 6 2008. Available at http://rumahdiabetes.com/2007/07/vitamin-dan-mineral/
8. Vegetarian unioun international. Nutrition. Retrieved at September, 6 2008. Available at http://www.ivs-online.org/v2/viewnutrition.php?id=6
9 Situs kesehatan keluarga. Mekanisme Kerja Beberapa Antioksidan. Retreived at September, 6 2008. Available at http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=1021

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar