welcome to my blog

Rabu, 11 Mei 2011

FERTILISASI

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mengapa perempuan mengalami menopause saat mereka masih menjalani separuh dari masa hidupnya, penyebabnya belum diketahui. Mungkin, ribuan tahun yang lalu, angka harapan hidup normal perempuan adalah 50 tahun. Produksi estrogen oleh ovarium menurun saat perempuan mengalami menopause. Kondisi ini memicu otak untuk melepaskan hormon-hormon yang lain, LH dan FSH, untuk membuat ovarium bekerja lebih keras. Jumlah dan kualitas telur yang dilepaskan menurun, serta berkurangnya estrogen membuat vagina jadi kering dan tipis, kesuburan juga menurun.
Perubahan hormon ini menimbulkan gejala-gejala seperti cahaya panas, berkeringat, rasa sakit pada otot dan tulang, menjadi lebih sensitif serta menurunnya konsentrasi.
Setiap orang mungkin mengalami gejala yang berbeda-beda, tetapi hasil akhirnya semua sama, organ reproduksi tidak berfungsi dan selanjutnya seluruh tubuh akan mengalami perubahan. Perempuan mempunyai kebutuhan khusus dibandingkan laki-laki karena kodratnya untuk haid, hamil, melahirkan, menyusui, dan mengalami menopause, sehingga memerlukan pemeliharaan kesehatan yang lebih intensif selama hidupnya.
Ini berarti bahwa pada masa-masa kritis, seperti pada saat kehamilan, terutama sekitar persalinan, diperlukan perhatian khusus terhadap perempuan.

B. Tujuan
Untuk meninjau daur kehidupan wanita ulai dari fertilisasi sampai menopause.


TINJAUAN TEORI

A. Fertilisasi, implantasi, dan pertumbuhan janin

1. Fertilisasi
Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya.

• Proses penyatuan sel telur dan sperma.
• Fertilisasi terjadi di tuba falopii.
• Proses fertilisasi terjadi hanya dalam waktu beberapa menit

SYARAT HAMIL :

 ADA SPERMATOZOA YANG BAIK
 ADA OVUM YANG BAIK
 ADA PERTEMUAN KEDUANYA
 ADA PEMBUAHAN ( KONSEPSI )
 ADA NIDASI DI KAVUM UTERI
 ADA PERTUMBUHAN HASIL KONSEPSI



Transport Spermatozoa


(Penyatuan sel telur dan sperma)
ZIGOT (Terdiri dari 46 kromosom terdiri dari 2 sel)
MORULA ( Terdiri dari 12-16 blastomer) masuk ke kavum uteri 3 hari pasca fertrilisasi.
BLASTOKISTA (Terdiri dari 58 sel) implantasi di endometrium

2. Implantasi
Implantasi atau nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.
Pada akhir minggu pertama ( hari ke 5 sampai ke 7 ) zygot mencapai cavum uteri. Pada saat itu uterus sedang berada dalam fase sekresi lendir dibawah pengaruh progesteron dari korpus luteum yang masih aktif. Sehingga lapisan endometrium dinding rahim menjadi kaya pembuluh darah dan banyak muara kelenjar selaput lendir rahim yang terbuka dan aktif. Kontak antara zigot stadium blastokista dengan dinding rahim pada keadaan tersebut akan mencetuskan berbagai reaksi seluler, sehingga sel – sel trofoblast zigot tersebut akan menempel dan mengadakan infiltrasi pada lapisan epitel endometrium uterus ( terjadi implantasi). Setelah implantasi, sel– sel trofoblas yang tertanam di dalam endometrium terus berkembang membentuk jaringan bersama dengan sistem pembuluh darah maternal untuk menjadi plasenta, yang kemudian berfungsi sebagai sumber nutrisi dan oksigenasi bagi jaringan embrioblas yang akan tumbuh menjadi janin. Di bawah ini terdapat gambar proses perkembangan dan perjalanan ovum dari ovarium sampai kavum uteri.

PERKEMBANGAN DAN PERJALANAN OVUM
Tumbuh Kembang Janin
Dalam dunia kedokteran, proses kehamilan dibagi menjadi tiga fase sesuai dengan pertumbuhan fisik bayi. Masing-masing fase tersebut disebut trimester.


Perkembangan embryo

• Trimester Pertama (Minggu 0 – 12)

Dalam fase ini ada tiga periode penting pertumbuhan mulai dari periode germinal sampai periode terbentuknya fetus.
a. Periode Germinal (Minggu 0 – 3)
Minggu 1
Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir Anda.
Minggu 2
Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.
Minggu 3
Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Proses pembuahan telur oleh sperma yang terjadi pada minggu ke-2 dari hari pertama menstruasi terakhir. Telur yang sudah dibuahi sperma bergerak dari tuba fallopi dan menempel ke dinding uterus (endometrium).
b. Periode Embrio (Minggu 3 – 8 )
Proses dimana sistem syaraf pusat, organ-organ utama dan struktur anatomi mulai terbentuk seperti mata, mulut dan lidah mulai terbentuk, sedangkan hati mulai memproduksi sel darah. Janin mulai berubah dari blastosis menjadi embrio berukuran 1,3 cm dengan kepala yang besar
Minggu 3
Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Minggu 4
Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.
Minggu 5
Pada minggu ini, panjang janin sekitar 1,27 mm. Sistem saraf pusat, otot dan tulang mulai dibentuk. Begitu pula dengan kerangka.
Minggu 6
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak.
Minggu 7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru.
Minggu 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.
c. Periode Fetus (Minggu 9 – 12)
Periode dimana semua organ penting terus bertumbuh dengan cepat dan saling berkaitan dan aktivitas otak sangat tinggi.
Minggu 9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.


Minggu 10
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.

• Trimester kedua (Minggu 12 – 24)

Pada trimester kedua ini terjadi peningkatan perkembangan janin.
Pada minggu ke-18 kita bisa melakukan pemeriksaan dengan ultrasongrafi (USG) untuk mengecek kesempurnaan janin, posisi plasenta dan kemungkinan bayi kembar. Jaringan kuku, kulit dan rambut berkembang dan mengeras pada minggu ke 20 – 21. Indera penglihatan dan pendengaran janin mulai berfungsi. Kelopak mata sudah dapat membuka dan menutup. Janin (fetus) mulai tampak sebagai sosok manusia dengan panjang 30 cm.
Minggu 12
 Uterus sudah keluar dari rongga panggul dapat teraba dari luar;
 Panjang janin mulai dari puncak kepala sampai ujung kaki : 6 – 7 cm.
 Mulai terjadi proses penulangan (osifikasi) pada seluruh tulang-tulang janin.
 Terjadi diferensiasi jari-jari tangan dan kaki.
 Mulai dibentuk kulit dan kuku, dan cikal bakal rambut.
 Organ genitalia eksterna telah terbentuk dapat dibedakan laki-laki atau perempuan.
 Janin sudah mulai bergerak.
Minggu 20
 Merupakan usia pertengahan dari suatu kehamilan.
 Berat janin telah mencapai 300 gram.
 Terjadi penebalan kulit janin.
 Tubuh janin mulai ditutupi oleh lanugo.
 Pertumbuhan rambut mulai banyak.
Minggu 24
 Berat janin mencapai 630 gram.
 Kulit janin mulai mengkerut dan terjadi deposisi lemak di bawah kulit.
 Ukuran kepala masih lebih besar dari ukuran tubuh.
 Alis mata dan bulu mata telah terbentuk.
 Mulai terjadi pembentukan bronkus, bronkioulus, dan
 duktus alveolaris dari paru-paru apabila bayi dilahirkan
 mulai ada usaha bernafas akan tetapi belum bisa sempurna
 karena sakus terminalis belum terbentuk.

• Trimester ketiga (24 -40)
Dalam trimester ini semua organ tubuh tumbuh dengan sempurna. Janin menunjukkan aktivitas motorik yang terkoordinasi seperti menendang atau menonjok serta dia sudah memiliki periode tidur dan bangun. Masa tidurnya jauh lebih lama dibandingkan masa bangun. Paru-paru berkembang pesat menjadi sempurna.
Pada bulan ke-9 ini , janin mengambil posisi kepala di bawah dan siap untuk dilahirkan. Berat bayi lahir berkisar antara 3 -3,5 kg dengan panjang 50 cm. Untuk lebih jelasnya lihat Perkembangan bayi dalam kandungan.
Minggu 28
 Panjang janin telah mencapai 25 cm.
 Berat badan janin telah mencapai 1100 gram.
 Kulit berwarna kemerahan dan dilapisi oleh verniks caseosa.
 Membran yang menutupi pupil telah menghilang.
 Apabila bayi dilahirkan pada usia kehamilan ini, telah dapat bergerak dan menangis dengan lemah.
 Kemungkinan hidupnya mencapai 90 %
Minggu 32
 Panjang janin telah mencapai 28 cm.
 Berat badan janin telah mencapai 1800 gram.
 Permukaan kulit janin masih berwarna kemerahan dan mengkerut.
 Janin yang dilahirkan pada usia kehamilan ini biasanya dapat bertahan hidup.
Minggu 36
 Panjang janin telah mencapai 32 cm.
 Berat badan janin mencapai 2500 gram.
 Deposisi lemak pada jaringan subkutan lebih banyak tubuh janin mulai membulat, kerutan pada kulit mulai menghilang.
 Kesempatan hidup sangat baik apabila dilahirkan.
Minggu 40
 Panjang tubuh janin telah mencapai 36 cm.
 Berat badan mencapai 3400 gram.
 Secara fisik telah sempurna

1. NEONATUS
Orang tua, pengasuh dan pendidik perlu mengetahui tahapan perkembangan anak (anak didik), apakah perkembangannya berlangsung normal atau ada penyimpangan. Bilamana pendidik mencurigai anak didiknya mengalami penyimpangan perkembangan atau terlambat berkembang dibandingkan dengan usianya maka dapat memberitahu orang tua agar segera memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan sehingga dapat ditanggulangi secara dini. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang proses tumbuh kembang anak yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan. Secara umum ciri-ciri tumbuh kembang anak adalah:
• Pertumbuhan dan perkembangan terjadi bersamaan dan berkorelasi. Misalnya: pertumbuhan otak dan serabut syaraf anak akan disertai perubahan fungsi yaitu perkembangan intelegensianya.
• Perkembangan mempunyai pola yang teratur dan berurutan. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan tahap selanjutnya. Misalnya: sebelum anak bisa berjalan, ia harus bisa berdiri dahulu.
• Perkembangan fungsi organ tubuh mempunyai pola yang tetap yaitu: perkembangan lebih dahulu terjadi pada daerah kepala kemudian menuju kearah bawah (kaudal), perkembangan terjadi pada kemampuan gerak kasar terlebih dahulu, kemudian diikuti kemampuan gerak halus.
• Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar. Kematangan merupakan proses dari dalam (intrinsik) yang terjadi dengan sendirinya sesuai bakat dan potensi anak. Sedangkan proses belajar akan mengasah kemampuan anak sehingga anak memiliki kemampuan menggunakan sumber dan potensi yang diwariskan pada anak.
• Perkembangan dapat diramalkan. Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak dari tahapan umum ketahapan spesifik yang terjadi secara teratur dan berkesinambungan. Dengan demikian tahapan perkembangan seorang anak dapat diramalkan.

Tahapan perkembangan anak yang berusia 0-72 bulan sebagai berikut:
Usia 0-3 bulan:
• Mengangkat kepala setinggi 45°
• Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
• Melihat dan menatap wajah anda
• Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
• Suka tertawa keras
• Bereaksi terkejut terhadap suara keras
• Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum.
• Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kontak
Usia 3-6 bulan:
• Berbalik dari telungkup ke telentang
• Mengangkat kepala setinggi 90°
• Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
• Menggenggam pensil
• Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
• Memegang tangannya sendiri
• Berusaha memperluas pandangan
• Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
• Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik
• Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri

Usia 6-9 bulan:
• Duduk sendiri (dalam sikap bersila)
• Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
• Merangkak dan meraih mainan atau mendekati seseorang
• Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
• Memungut dua benda, masing-masing tangan memegang satu benda pada saat yang bersamaan
• Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup
• Bersuara tanpa arti seperti: mamama, bababa, dadada, tatata
• Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
• Bermain tepuk tangan/cilukba
• Bergembira dengan melempar benda
• Makan kue sendiri
Usia 9-12 bulan:
• Mengangkat badannya ke posisi berdiri
• Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi
• Dapat berjalan dengan dituntun
• Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan yang diinginkan
• Mengenggam erat pensil
• Memasukkan benda ke mulut
• Mengulang menirukan bunyi yang didengar
• Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
• Mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
• Bereaksi terhadap suara bisikan (perlahan)
• Senang diajak bermain "CILUK BA"
• Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal
Usia 12-18 bulan:
• Berdiri sendiri tanpa berpegangan
• Membungkuk untuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
• Berjalan mundur 5 langkah
• Memanggil ayah dengan kata "papa", memanggil ibu dengan kata "mama".
• Menumpuk dua buah kubus
• Memasukkan kubus di kotak
• Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
• Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing
Usia 18-24 bulan:
• Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik
• Berjalan tanpa terhuyung-huyung
• Bertepuk tangan, melambai-lambai
• Menumpuk empat buah kubus
• Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
• Menggelindingkan bola kearah sasaran
• Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
• Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga
• Memegang cangkir sendiri, belajar makan-minum sendiri
Usia 24-36 bulan:
• Jalan menaiki tangga sendiri
• Dapat bermain dan menendang bola kecil
• Mencoret-coret pensil pada kertas
• Bicara dengan baik, menggunakan dua kata
• Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
• Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih
• Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu membawa suatu benda jika diminta
• Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
• Melepas pakaiannya sendiri
Usia 36-48 bulan:
• Berdiri pada satu kaki selama 2 detik
• Melompat dengan kedua kaki diangkat
• Mengayuh sepeda roda tiga
• Menggambar garis lurus
• Menumpuk 8 buah kubus
• Mengenal 2-4 warna
• Menyebut nama, umur, tempat.
• Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
• Mendengarkan cerita
• Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
• Bermain bersama ternan, mengikuti aturan permainan
• Mengenakan sepatu sendiri
• Mengenakan celana panjang, kemeja, baju
Usia 48-60 bulan:
• Berdiri pada satu kaki selama 6 detik
• Melompat dengan kedua kaki diangkat
• Mengayuh sepeda roda tiga
• Menggambar garis lurus
• Menumpuk 8 buah kubus
• Mengenal 2-4 warna
• Menyebut nama, Usia, tempat
• Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
• Mendengarkan cerita
• Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
• Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
• Mengenakan sepatu sendiri
• Mengenakan celana panjang, kemeja, baju
Usia 60-72 bulan:
• Berjalan lurus
• Berdiri dengan satu kaki selama 11 detik
• Menggambar 6 bagian tubuh, menggambar orang lengkap
• Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
• Menggambar segi empat
• Mengerti arti lawan kata
• Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
• Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
• Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10
• Mengenal warna-warni
• Mengungkapkan simpati
• Mengikuti aturan permainan
• Berpakaian sendiri tanpa dibantu
Anak Usia 7 Tahun
- Mulai membaca dengan lancar
- Cemas terhadap kegagalan
- Peningkatan minat pada bidang spiritual
- Kadang Malu atau sedih
Anak Usia 8 – 9 Tahun
- Kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
- Mampu menggunakan peralatan rumah tangga
- Ketrampilan lebih individual
- Ingin terlibat dalam sesuatu
- Menyukai kelompok dan mode
- Mencari teman secara aktif.

Anak Usia 10 – 12 Tahun
- Perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai tampak
- Mampu melakukan aktivitas rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri , dll.
- Adanya keinginan anak unuk menyenangkan dan membantu orang lain
- Mulai tertarik dengan lawan jenis.

2. MASA PUBERTAS

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja. Penyebab pubertas dini ialah bahwa bahan kimia DDT sendiri, DDE, mempunyai efek yang mirip dengan hormon estrogen. Hormon ini diketahui sangat berperan dalam mengatur perkembangan seks wanita
Ciri pubertas
Seorang anak akan menunjukkan tanda-tanda awal dari pubertas, seperti suara yang mulai berubah, tumbuhnya rambut-rambut pada daerah tertentu dan payudara membesar untuk seorang gadis. Untuk seorang anak perempuan, tanda-tanda itu biasanya muncul pada usia 10 tahun ke atas dan pada anak laki-laki, biasanya lebih lambat, yaitu pada usia 11 tahun ke atas. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja; studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks.
Penyebab munculnya pubertas
Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan. Hormon seks yang memengaruhi perempuan adalah estrogen dan progesteron yang diproduksi di indung telur, sedangkan pada laki-laki diproduksi oleh testis dan dinamakan testosteron. Hormon-hormon tersebut ada di dalam darah dan memengaruhi alat-alat dalam tubuh sehingga terjadilah beberapa pertumbuhan
ANAK GADIS PADA MASA ADOLESENCE ( REMAJA AKHIR )
Oleh Simund Freud, Adolesence merupakan edisi ke-2 Oedipus ( pubertas akhir atau pascapubertas ) umurnya 17-19 tahun atau 17-21 tahun. Pada masa ini ada banyaak konflik antara isi psikis yang kontradiktif terutama sekali konflik pada relasi anak muda dengan orang tua dan cintanya.
Masa Adolesence terjadi pematangan fungsi psikis dan fisik yang berlangsung secara teratur. Masa ini pula di sebut kunci penutup dari perkembangan anak.
Pada masa Adolesence mulai mengawasi diri, mencintai diri, dan merenungi diri sendiri dan akhirnya mampu menemukan keseimbangan dan keselarasan antara sikap dalam diri dengan sikap luar ke dunia objektif.
Perbedaan karasteristik ada 3 fese yaitu :
1. Masa prapuber ( 12-14 tahun ) biasanya anak-anak pada masa ini sering merasakan bingung, cemas, takut, gelisah, gelap hati, bimbang, risau, sedih hati, rasa minder, dan lain-lain. Anak tidak tahu sebab musibah dari macam-macam perasaan kontradiktif yang menimbulkan kerisauan hatinya. Bimbingan dan didikan sangat di butuhkan dari para guru, orang tua, konsultan, dan psikologi.
2. Masa puber ( 14-17 tahun ) anak muda menginginkan dan mendambakan sesuatu dan mencari-cari sesuatu, namun apa sebenarnya ” sesuatu ” yang di cari dia sendiri tidak tahu. Anak muda sering sunyi di hati dan menduga dia tidak mengerti orang lain dan tidak mengerti oleh pihak luar.
3. Masa Adolesence ( 17-19 tahun ) anak muda mulai merasa mantap, stabil dan mulai mengenal dirinya dan ingin hidup yang di gariskan sendiri dengan iktikad baik dan keberanian. Dia mulai memahami arah hidupnya, dan menyadari tujuan hidupnya, dia mempunyai pendirian tertentu berdasarkan pola hidup yang jelas yang baru di temukannya. Masa Adolesence perjuangan terakhir bagi anak remaja mencoba mendidik diri sendiri dan membentuk kedewasaan.

3. MENOPAUSE

1. Pengertian periode Klimakterium dan Menopause

Periode Klimakterium pada Wanita

Setelah mengalami menstruasi sejak usia pubertas dan berlangsung terus selama masa subur (produktif), wanita akan sampai pada penurunan fungsi hormonal yang mengakibatkan menurun dan berhentinya menstruasi. Dengan berakhirnya haid, proses ovulasi dan pembuahan sel telur juga berhenti. Segenap aparat kelenjar mengalami hambatan pengurangan aktivitasnya. Organ kelamin turut mengalami proses atrofi, menjadi kisut dan mundur fungsinya. Akhirnya, segenap bagian tubuh lambat laun menampakkan gejala ketuaan. Fese demikian ini pada wanita disebut menopause (men = bulan, pause = berhenti).
Fase menopause disebut pula sebagai periode klimakterium (climacter = tahun perubahan/pergantian tahun yang berbahaya). Menopause merupakan peristiwa fisiologis alamiah. Terjadi setelah berhentinya menstruasi selama 1 tahun. Biasanya, menstruasi mulai berkurang (taper off) selama 2-5 tahun, paling sering antara umur 48 – 55 tahun, rata-rata pada umur 51,4 tahun. Kaplan & Sadock (1991) menyebutkan berbagai gejala psikologis menopause, seperti kecemasan (anxietas), lemah (fatique),ketegangan, labilitas emosional, iritabilitas, depresi, pusing-pusing, dan sukar tidur (insomnia).Tanda dan gejala fisik adalah berkeringatan malam hari (night sweats), flushes dan hot flashes. Yaitu persepsi mendadak rasa panas di leher dan tubuh yang disertai keringatan atau perubahan warna kulit kemerahan. Penyebab dari hot flashes ini kemungkinan karena menurunnya sekresi luteinizing hormone (LH).
Menopaus secara alamiah terjadi karena menurunnya sekresi hormone kewanitaan, terutama hormon oestrogen. Penurunan ini menyebabkan atrofi (pengisutan) dan pengeringan mukosa vagina, sehingga sering terjadi vaginitis (radang vagina), pruritus (gatal-galat), dispareuni (nyeri waktu hubungan seksual), dan stenosis. Perubahan-perubahan system hormonal ini mempengaruhi segenap konstitusi psiko-fisiologik sehingga berlangsung proses kemunduruan yang progresif. Karena itu periode klimakterium atau menopause disebut “periode krisis” karena perubahan dan kemunduran yang terjadi mengakibatkan krisis-krisis dal kehidupan psikis pribadi seseorang.
• Menurut Helena (1973), klimakterium ini diawali dengan satu fase pendahuluan atau fase preliminer yang menandai satu proses “pengahiran”. Munculah tanda-tanda abtara lain :
Menstruasi menjadi tidak lancer atau tidak teratur, datang dalam interval waktu yang lebih lambat atau lebih awal.
• Haid yang keluar banyak sekali, atau malah sedikit sekali.
• Muncul gangguan vasotoris berupa penyempitan atau pelebaran pembuluh darah.
• Merasa pusing-pusing, sakit kepala terus menerus.
Berkeringat terus-terusan.
• Neuralgia atau nyeri syaraf terus-terusan.

Semua gejala ini adalah fenomena klimakteris, akibat perubahan fungsi kelenjar hormonal. Terjadi pula erosi kehidupan spikis, sehingga terjadilah krisis yang terwujud dalam gejala-gejala psikologis seperti : depresi (kemurungan), mudah tersinggung dan meledak marah, banyak kecemasan, sulit tidur, sukar tidur karena bingung dan gelisah. Gejala-gejala ini dapat dianggap sebagai “jeritan minta tolong” agar wanita tersebut masih diperbolehkan meneruskan aktivitasnya.

Klimakterium dapat dibagi menjdi dua tahap, yaitu :
1. Tahun-tahun dimana menstruasi sudah tidak teratur, sering terganggu, atau terhenti sama sekali , namun organ endrokrin seksual masih terus berfungsi.
2. Tahap kedua adalah berhentinya secara definitif organ pembentuk sel telur. Berhentinya lembaga kehidupan.

Tahap pertama disebut masa pra-klimakteris, biasanya dibarengi aktivitas-aktivitas pra-klimakteris. Ditandai dengan gejala meningkatnya nafsu hubungan sesual. Sekaligus muncul kegairahan berjuang yang menyala-nyala seperti dimasa puber. Karena itu dimasa ini sering timbul tingkah laku yang aneh-aneh, atau tidak sesuai dengan atribut ketuaan. Masa pra-klimakteris ini mirip sekali dengan masa pubertas, karena itu disebut pubertas kedua. Sedang periode klimakterium sendiri banyak kemiripannya dengan periode pubertas . Tingkah laku orang pada periode ini sering lucu, aneh-aneh, janggal atau tidak pada tempatnya. Misalnya wanita kaya dan gemuk memakai rok mini atau rok panjang merah belah pinggir tinggi. Tingkah laku yang ”berlebihan” tersebut bermaksud untuk :
1) Mengingkari ketuaannya dan ingin mengulangi kembali pola kebiasaan di masa muda.
2) Menimbuni dirinya dengan pakaian dan perhiasan warna-warni serta macam-macam bahan kosmetik, agar kelihatan masih ”remaja”.
Kemunduran aktivitas organ endrokrin menyebabkan lapisan lemak dibawah kulit jadi menebal, kulit kehilangan gaya regangnya jadi mengeriput. Tidak hanya pada segi jasmani saja terjadi kemunduran, tapi juga fungsi-fungsi psikis dan kepribadian, seperti daya pikir, daya ingat, vitalitas, pendengaran, penglihatan, toleransi terhadap stress.

PERIODE KLIMAKTERIUM PADA PRIA
Pada pria periode ini adalah masa transisi dari dewasa ke tua dimana produksi hormon testoterum mulai menurun, tetapi sulit untuk memperkirakan secara tepat kapan sebenarnnya produksinya benar-benar telah mulai menurun. Menurut Bowskill & Linacre (1978) yang dimaksud dengan klimakterium adalah masa dimana gejala-gejala klimakterium terjadi dan juga dimana terjadi perubahan penyesuaian intelektual dan emosional dari maturitas ke usia lanjut. Pada banyak pria mulai ada reaksi neurotik seperti impotensi dan gangguan subyektif yang semuanya tidak bisa diobati dengan androgen.
Kebanyakan pria menjali masa transisi ini tidak karena kekurangan hormon, perubahan yang utama adalah pengaruh kebiasaan berpikirnya yaitu khawatir tentang ambisi yang tidak bisa dicapainya, khawatir tentang hasrat seksualnya yang menurun dan khawatir tentang istri mereka yang menopause. Menurut Hurlock (1980) masa ini adalah masa transisi, masa penyesuaian kembali, masa equilibrium-disequilibrium. Masa yang ditakuti karena mendekati masa tua. Nama untuk masa ini cukup banyak, antara lain usia pertengahan, paruh baya, dewasa madya, male-menopause, tahap varilitas, dan menut istilah awam masa ”puber kedua” atau ”remaja ke dua”.
Batasan umur masa ini juga bervariasi antara 40 -65 tahun, atau menurut Montgomery masa ini terjadi pada usia sekitar 55 – 65 tahun, jarang pada usia yang lebih muda. Sedang menurut Rumke kurang lebih berkisar antara 40 – 55 tahun. Pada hakekatnya periode ini merupakan masa krisis kejiwaan yang disebabkan adanya peralihan dari periode dewasa yang penuh kemantapan (dalam pekerjaan, kedudukan, kesehatan, ekonomi, kehidupan keluarga) ke periode tua yang serba tidak jelas, meragukan, dan kadang mengerikan (menghadapi pensiun, anak-anak mulai dewasa dan meninggalkan orang tua, mulai sakit-sakitan, dsb).





Tanda-tanda awal dari klimaterium dan menopause :
Tanda awal klimaterium
• Masa ini ditandai denngan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif. Yaitu;
• Terjadi perubahan pada ovarium seperti sclerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya sintesis steroid seks. Lalu henti haid.
• Dan ditandai dengan turunnya kadar estrogen dan meningkatnya pengeluaran gonadotropin.
Tanda awal menopause
• Perubahan kejiwaan
• Perubahanyang dialami oleh wanita dengan menjelang menopause adalah; merasa tua, mudah tersinggung, mudah kaget sehingga jantung berdebar, takut tidak bias memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut bahwa suami akan menyeleweng. Keinginan seksual menurun dan sulit mencapai kepuasan (otgasme), dan juga merasa tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu, merasa memberatkan keluarga dan orang lain.
• Perubahan fisik
• Pada perubahan fisik seorang wanita mengalami perubahan kulit. Lemak bawah kulit menghilang sehingga kulit mengendor, sehingga jatuh dan lembek. Kulit mudah terbakar sinar matahari dan menimbulkan pigmentasi dan menjadi hitam. pada kulit tumbuh bintik hitam, kelenjar kulit kurang berfungsi sehingga kulit menjadi kering dan keriput. Karena menurunnya estrogen dapat menimbulkan perubahan kerja usus menjadi lambat, dan mereabsorbsi sari makanan makin berkurang. Kerja usus halus yang semakin berkurang maka akan menimbulkan gangguan buang air besar berupa obstipasi. Perubahan yang terjadi pada alat genetalia meliputi liang senggama terasa kering, lapisan sel liang senggama menipis yang menyebabkan mudah terjadi (infeksi kandung kemih dan liang senggama). Daerah sensitive semakin sulit untuk dirangsang. Saat berhubungan seksual dapat menjadi nyeri. Perubahan pada tulang terjadi oleh karena kombinasi rendahnya hormon paratiroid. Tulang mengalami pengapuran, artinya kalium menurun sehingga tulang keropos dan mudah terjadi patah tulang trutama terjadi pada persendian paha.

PRILAKU ANEH PADA PRIODE KLIMAKTERIUM
1. Mirip dengan pra pubertas, dimana pada pubertas kedua muncul tingkah laku yang lucu-lucu, aneh-aneh, janggal dan tidak pada tempatnya. Mislanya : wanita usia lebih dari 50 tahun pada siang hari menggunakan rok panjang merah, dengan perhiasan emas warna-warni, make up berlebihan dan jalan-jalan di mall.
2. Meningkatkan rangsangan seksual yang menimbulkan nafsu yang besar untuk berhubungan seksual dan kegairahan yang menyala-nyala
3. Mengingkari ketuaannya agar tampak masih remaja
4. Manifestasi individual periode klimakterium dipengaruhi oleh kepribadian masing-masing individu
5. Struktur kepribadian yang terintegrasi dengan baik akan memapu mengkompensasi gangguan fisiologis dan psikis dalam bentuk perbuatan-perbuatan ynag intelek yaitu mampu mengendalikan diri dan mampu mengatasi gangguan psikosomatis dengan menyalurkan pada perbuatan yang inteligen, produktif dan kreatif

Pasca Menopause
Setelah kita membahas tahapan perimenopause dan menopause, maka kita bahas tahap berikutnya yaitu pasca menopause (post menopause).
Dalam proses menua setiap wanita akan mengalami masa klimakterium. Masa klimaketrium ini berlangsung beberapa taun, kadang-kadang lebih dari 10 tahun, antara usia 40-65 tahun. Masa klimakterium ini berakhir kira-kira 6-7 tahun sesudah menopause, dan terdiri dari beberapa fase yaitu:
• Pra menopause adalah masa 4-5 tahun sebelum menopause, dimana telah ada keluhan-keluhan klimakterik dan pendarahan yang tidak teratur.
• Menopause, artinya berhenti menstruasi yang permanent, diagnosa ini dibuat bila telah terdapat amenorea sekurang-kurangnya satu tahun. Pada umumnya menopause terjadi pada usia sekitar 45-50 tahun.
• Pasca menopause adalah masa 3-5 tahun setelah menopause.
• Ooforopause adalah pada saat ovarium kehilangan sama sekali fungsi hormonalnya.
Namun di dalam dunia medis dan masyarakat umum yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah menopause. Saat hendak memasuki masa menopause, wanita mengalami gejala klimaterik, seperti haid tidak teratur, panas bergejolak, sulit tidur, jantung berdebar, pusing, mudah pingsan, kulit keriput, libido menurun, dan tidak bisa menahan air seni. Adapun konsekuensi jangka panjang akibat kekurangan hormon estrogen adalah kehilangan massa tulang yang progresif (osteoporosis) dan dapat menyebabkan patah tulang, misalnya pada pergelangan tangan, panggul, dan tulang belakang.
Postmenopause adalah masa dimana seorang wanita sudah mencapai menopause. Pada tahapan ini seorang wanita akan rentan terhadap osteoporosis dan penyakit jantung, Selain itu, mereka berisiko lebih besar terserang penyakit alzheimer, stroke, mata kering, kanker usus, dan lain-lain.
Dua gangguan kesehatan yang dapat terjadi setelah menopause adalah :
• Osteoporosis. Hormon estrogen yang dihasilkan oleh indung telur membantu mengontrol regenerasi (pertumbuhan dan perbaikan) tulang. Pada masa menopause, hormon estrogen menurun produksinya sehingga menyebabkab tulang menjadi mudah keropos. Tulang menjadi lemah dan mudah patah. Kondisi ini disebut osteoporosis. Tatalaksana dari osteoporosis adalah pencegahan terjadinya patah tulang dengan cara memperlambat hilangnya sel-sel tulang dan meningkatkan densitas serta kekuatan tulang. Diantaranya adalah perubahan gaya hidup termasuk berhenti merokok, minum minuman alkohol, berolahraga teratur, dan mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang dengan kalsium dan vitamin D yang adekuat. Obat-obatan yang dapat menghentikan kehilangan sel-sel tulang dan meningkatkan kekuatan tulang dapat didiskusikan dengan dokter anda.
• Penyakit Jantung. Perubahan kadar estrogen dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan berat badan yang mengakibatkan peningkatan risiko untuk penyakit jantung dan pembuluh darah.
Terapi
Menopause sendiri adalah bagian yang normal dari perjalanan hidup seorang wanita dan bukan merupakan penyakit yang perlu diterapi. Bagaimanapun juga, terapi dimungkinkan apabila gejala dari menopause mengganggu atau bertambah parah.
Modifikasi Gaya Hidup
Modifikasi gaya hidup dapat mengurangi ketidaknyamanan yang dialami akibat gejala yang terjadi dan membuat tubuh terasa lebih sehat. Modifikasi gaya hidup yang disarankan adalah :
• Nutrisi yang cukup. peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit jantung meningkat pada saat menopause, karena itu diet yang sehat dengan mengkonsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan roti gandum sangat dianjurkan. Tambahkan makanan yang kaya akan kandungan kalsium atau tambahkan suplemen kalsium. Hindari alcohol dan kafein yang dapat memicu terjadinya hot flashes. Bila merokok, usahakan untuk berhenti
• Olahraga teratur. aktivitas fisik yang teratur membantu untuk menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, menguatkan tulang, dan meningkatkan mood. Jalan cepat, aerobic low impact, dan menari adalah contoh olahraga yang dapat menguatkan tulang. Cobalah berolahraga dengan intensitas sedang sekitar 30 menit per hari
• Mengurangi stress. berlatihlah secara teratur cara untuk mengurangi stress. Meditasi atau yoga dapat membantu untuk relaksasi dan menyesuaikan diri dengan gejala yang dialami pada periode peralihan
• Hormonal. Selama fase perimenopause, beberapa dokter menyarankan untuk menggunakan pil kontrasepsi untuk mengurangi gejala yang terjadi. Ketika masuk ke dalam fase menopause, apabila gejala-gejala tersebut semakin mengganggu maka dapat disarankan untuk terapi hormonal menggunakan hormon estrogen dan progesterone bila masih memiliki rahim atau hormone estrogen bila sudah tidak memiliki rahim. Terapi hormonal ini dapat mengurangi gejala yang terjadi di masa menopause dan mencegah keroposnya tulang. “Sayangnya, hanya sedikit perempuan di Asia yang menjalani pengobatan efektif untuk menopause,” aku Profesor Dr Med Ali Baziad, SpOG(K) dalam acara media edukasi bertema “Terapi Sulih Hormon Meringankan Gejala Menopause, Tingkatkan Kualitas Hidup” di Jakarta, Kamis lalu.Wanita paska menopause yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki resiko menderita kanker endometrium. Resiko ini berhubungan dengan dosis dan lamanya pemakaian estrogen. Jika terjadi perdarahan abnormal dari vagina, dilakukan biopsi lapisan rahim. Mengkonsumsi progesteron bersamaan dengan estrogen dapat mengurangi resiko terjadinya kanker endometrium.
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI, 2006, Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.

Bowskill.D & linacre,A (1978). The Male Menopause, Pan Books

Deutch. Helena (1973) Psycholoy of women, A psychoanalytic inter Pretation, Vol.II Motherhood, Batam

Hurlock E.B. (1980) Developmental psychology A Life-Span Aproach 5
Ed,McGraw-Hill,Inc.

Kaplan.H.I. & Sadock,B.J. (1991) Synopsis of psychiatry, Behavioral Sciences & Clinical psychiatry, 6 “ Ed. Williams & Wilkins New York.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar